Serangan ke Libya Bisa Berbulan-bulan

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Menteri Pertahanan Amerika Serikat Robert Gates dan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton berpendapat bahwa keputusan pemerintahan Obama untuk melancarkan serangan militer di Libya bisa dibenarkan. Mereka menambahkan bahwa operasi militer tersebut bisa berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan hingga tahun depan.

Clinton dan Gates mengatakan, upaya militer gabungan di Libya berjalan dengan baik. Tapi, mereka menambahkan bahwa mungkin dibutuhkan tambahan persenjataan untuk menyerang pasukan Gaddafi di darat.

Berbicara di sejumlah tayangan berita hari Minggu (27/3), Gates dan Clinton menambahkan tekanan terhadap Gaddafi dan para ajudan dekatnya yang mungkin bisa dibujuk agar meninggalkan Gaddafi.

“Pemerintah (AS) mengirimkan pesan kepada orang-orang di sekitarnya (Gaddafi),” kata Clinton dalam program Meet the Press yang ditayangkan NBC. “Apa kalian mau terpinggirkan? Apa kalian mau berakhir di persidangan kriminal internasional? Sekaranglah waktu yang tepat bagi kalian untuk keluar dari keadaan ini dan membantu mengubah arah.”

Dua menteri itu mengatakan bahwa serangan udara koalisi telah berhasil dilaksanakan, menutup kawasan udara di atas Libya dan mencegah pasukan Kolonel Moammar Gaddafi memasuki Kota Benghazi yang dijadikan markas oleh para pemberontak, demikian diwartakan New York Times.

Gates juga mengakui bahwa kerusuhan di Libya bukan merupakan ancaman langsung bagi AS.

Saat ditanya apakah Libya merupakan kepentingan yang vital bagi AS, Gates membantahnya dan mengatakan, “Tidak, menurut saya (Libya) tidak vital bagi Amerika Serikat, tapi memang kami punya kepentingan di sana, dan (Libya) adalah bagian dari kawasan yang juga penting bagi Amerika Serikat.”

Clinton menambahkan bahwa permasalahan tersebut lebih cenderung merupakan kepentingan yang “vital” bagi sekutu-sekutu AS di Eropa.

“Mari bersikap fair. Mereka (Libya) tidak menyerang kami, tapi apa yang mereka lakukan ditambah dengan sejarah Gaddafi dan kemungkinan terjadinya gangguan dan ketidakstabilan merupakan hal yang penting bagi kami, seperti dikatakan Bob (Gates), dan dianggap amat vital bagi kepentingan kawan-kawan kami di Eropa dan Arab,” kata Clinton.

Meski penerapan zona larangan terbang dan serangan udara terhadap unit-unit lapis baja Gaddafi membantu para pemberontak merebut kota-kota penting, Gates mengatakan bahwa untuk mengalahkan unit-unit militer Liba, mungkin dibutuhkan persenjataan dan taktik serangan udara baru, termasuk helikopter serbu dan senjata AC-130 yang mampu menghujani pasukan dan perlengkapan musuh dengan tembakan meriam berat.

Sementara itu, Presiden Barack Obama, yang sebelumnya memberi pernyataan bertentangan dengan Gates dan Clinton saat mengatakan bahwa intervensi di Libya sesuai dengan kepentingan nasional AS, didesak untuk memberikan penjelasan dalam permasalahan tersebut.

Dalam tayangan ABC, Gates mengatakan bahwa Libya tidak penting bagi AS, namun Gates, Clinton, dan Obama dalam pidato yang disiarkan melalui radio pada hari Sabtu menyatakan bahwa situasi di Libya penting bagi AS, termasuk stabilitas di Timur Tengah dan Afrika Utara.

“Saya yakin benar bahwa saat orang-orang tak bersalah diperlakukan dengan brutal, saat seseorang seperti Gaddafi mengancam akan membunuh dan bisa merusak stabilitas seluruh kawasan, dan saat komunitas internasional siap turun tangan untuk menyelamatkan ribuan nyawa, maka mengambil tindakan merupakan kepentingan nasional kita,” kata Obama. (dn/nk/cs) www.suaramedia.com

Categories: Berita, Dunia Islam | Tags: , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: