Generasi 5:54

Siapakah yang dimaksud dengan generasi 5:54 itu?

Mereka adalah generasi yang disebutkan dalam Al Qur’an surat 5 (Al Ma’idah) ayat 54.

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu`min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.”
Ciri-ciri generasi atau kaum itu adalah:

1. Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya

2. Bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu`min

3. Bersikap keras terhadap orang-orang kafir

4. Berjihad di jalan Allah

5. Tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela
Apakah kita termasuk di dalamnya? Jika belum, maukah kita menjadi bagian daripadanya? Merekalah yang dijanjikan oleh Allah mendapat pertolongan dan karunia-Nya. Ataukah kita justru menjadi generasi yang tergantikan yang tercantum di awal ayat tersebut? Generasi yang murtad atau yang lemah yang tidak sepenuh hati mencintai Allah, tidak bersikap lembut terhadap orang mu’min, lemah terhadap orang kafir, tidak berjihad di jalan Allah, dan takut terhadap ejekan orang.
Jadi ingat sebuah motto penyemangat. BERGERAK ATAU TERGANTIKAN!

Jika kita menjadi lemah, tidak bergerak atau berjihad dalam menegakkan agama Allah, dalam beramarmakruf nahi munkar, maka kita akan tergantikan oleh generasi yang lain yang lebih baik dari kita. Dalam sebuah amanah wajar jika ada regenerasi, bukan itu yang dimaksud di sini. Karena selepas dari satu amanah dakwah maka dia bisa pindah ke amanah dakwah yang lain. Jangan anggap amanah dakwah sebagai sebuah beban, tetapi justru sebuah nikmat karena kita masih berada di jalan dakwah. Bisa jadi dengan tidak adanya amanah justru membuat kita rentan futur.

Kereta dakwah akan terus berjalan dengan atau tanpa keberadaan kita, tinggal kita yang memilih untuk tetap berada di dalamnya menuju tujuan ataukah kita berhenti di tengah jalan tidak meneruskan perjalanan. Pindah ke gerbong yang lain tidak masalah asalkan masih berada dalam kereta dakwah. Misalnya, selepas dakwah sekolah ada dakwah kampus, selepas dari kampus ada dakwah pasca kampus, dan sebagainya, masih banyak lahan dakwah yang lain. Di setiap jengkal bumi Allah yang di situ ada manusianya maka di situ berhak pula ditegakkan agama Allah.

Wallahua’alam .
Semoga bermanfaat !

Hamasah!

Keep istiqomah!
By@ A_er

Anjar Riyadi

SEKJEN FORMULA 2010-2012

Categories: Agama, Tulisanmu | Tags: , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: